Untuk kamu, Minko.
Sehari tadi aku melakukan perjalanan, menyusuri kota, desa, sawah, dan sungai-sungai yang penuh dengan batu-batu kecil yang bentuk dan warnanya hampir serupa.
Ada yang bilang, “jika kau ingin tahu isi hatimu dengan jernih, pergilah ke sungai yang airnya mampu membuatmu tenang”. Aku mencobanya. Aku duduk di sebuah batu besar di pinggir sungai. Berdialog dengan diriku sendiri tanpa perlu merasa sendiri, aku ditemani air sungai yang masih mengalir tenang. Aku memikirkan banyak hal, dan dapat ku simpulkan semuanya tentang kamu.
Bagaimana jika kamu yang saat ini sedang ku cintai, tengah mencintai wanita lain?
Bagaimana jika kamu yang saat ini sedang ku rindukan, tengah merindukan wanita lain?
Bagaimana jika kamu yang saat ini sedang ku harapkan, tengah mengharapkan wanita lain?
Bagaimana jika kamu yang saat ini sedang ingin ku lihat senyumnya, tengah tersenyum pada wanita lain?
Bagaimana jika kamu yang saat ini sedang ingin sekali ku lihat tawanya, tengah berusaha membuat wanita lain bahagia?
Bagaimana, jika kamu yang saat ini sedang ku bayangkan menjadi lelakiku kelak, tengah membayangkan menjadi lelaki wanita lain?
Dan bagaimana, jika kamu yang saat ini sedang ku tulisi surat, tengah menyusun kata-kata indah pada secarik kertas untuk wanita lain?
Awalnya aku tak paham, perasaan gusar macam apa ini?. Hingga selang beberapa menit saat mataku masih beradu dengan langit sore. Aku menyadari satu hal.
Jika memang benar kamu yang sedang ku pikirkan saat ini, tengah sibuk memikirkan dia. Dan jika memang benar kamu yang sedang ku perjuangkan saat ini, tengah memperjuangkan dia. Maka akan aku bantu kamu dengan segenap hatiku melalui doa-doa, agar perjuanganmu nantinya tak berujung kesedihan. Karena aku paham betul bagaimana sulitnya berjuang. Semoga Tuhan membelokkan hatimu padaku agar berjuangmu dan berjuangku berujung indah.
Kamu tidak perlu gelagapan begitu membaca surat ini ( sebut saja surat cinta). Aku tidak sedang memintamu menerimaku saat ini juga. Aku hanya merasa sudah saatnya kamu mengetahui, bahwa di luar sana masih ada aku yang senantiasa mengharapkan datangmu.
Dari aku, calon wanitamu.
cc: tumbloggerkita
gerrykuu liked this
sucigustia liked this
mtrsr liked this
arsitawenie liked this darkerlite-blog reblogged this from langitkuitukamu and added:
Aku telah mengetahui rasanya. Merindukan dia yg sedang merindukan orang lain. Mengharapkan tawanya disaat dia sedang...
darkerlite-blog liked this
naonaow reblogged this from langitkuitukamu
naonaow liked this
viya-esviyani-blog reblogged this from langitkuitukamu
kanjengrizky liked this
puspitasusilawati liked this
deeeeep-inside reblogged this from langitkuitukamu
qanitaaa liked this
weststst reblogged this from langitkuitukamu
selarynovnti reblogged this from langitkuitukamu and added:
Menyayangimu yang menyayanginya-
selarynovnti liked this
chintyaovel-blog liked this
aisyanur liked this
azrasamudro reblogged this from langitkuitukamu and added:
❌🌷🌸
lllool liked this
liebe-sterne liked this
azrasamudro liked this
ditadityas reblogged this from langitkuitukamu
ditadityas liked this
prillyan-blog liked this
azra-z liked this
gamsahamidaa liked this
abjad-bersenandung liked this
ellyerahmaw liked this
janitrapramesthi liked this
dwipuspitaaa reblogged this from langitkuitukamu
blogmaharja liked this
hildallusiana liked this mejikuhibeniu liked this
parastua liked this
cintadandusta-blog liked this penulisduniamimpi liked this
fischaalin liked this bigboss-beauty liked this
misskaca liked this
langitkuitukamu posted this - Show more notes