Puan yang merindukan rembulan, bersajak dari hati terdalam. Merasakan angin yang berdesir rindu, berharap Tuan menyapa. Hatinya teriris, hilang arah karena tuan pergi tanpa pesan. Layaknya ksatria malam, Tuan selalu berhasil menghangatkan malam malam rindunya. Puan menangis pilu mulutnya bungkam, seolah teriak meskipun seribu bulan pun tak akan berarti. Tuan yang hebat, dia mampu mengajarkan sayap sayap percaya. Baginya, Tuan lah kata pertama dalam setiap cakrawala aksara. Membuat harinya bahagia layaknya matahari firdaus. Semesta begitu mungil jika Tuan bersamanya, tak peduli bahkan jika waktu melumat detik demi detik. Tuan, masih banyak daftar pertanyaan tentang dunia yang tak akan habis dimengerti, sudikah kau menjawab ?