Kau tau aku tak punya alasan lagi untuk membawa harapan kita, yang sempat kau bilang akan kau bawa hingga kau temui Semesta.
Aku tak sedang beralibi menutupi rapuhnya hati. Semoga kau segera sadar ketika aku masih di sini. Terlambat sedetik pun, sungguh aku tak akan kembali.
Tak perlu lagi mengharapkan kaki yang pernah dengan tangguh menahan peluh. Tak perlu lagi mengharapkan tangan yang pernah kuat menggenggam.
Semua telah terpatahkan, semua tak mampu bertahan. Bahkan hati yang sempat kau titipkan, tak pernah lagi ku beri ruang.
Jika saja kau tak pernah bermain hati, mungkin sekarang kau dan aku masih mampu menertawakan hari. Jika saja kau tak pernah menganggapku benalu, mungkin saat ini aku masih mampu tersenyum malu karena rayumu.
Dan semua hanya jika diantara jika. Nyatanya kau pun tersakiti oleh hati yang kau besarkan dengan hati-hati. Nyatanya kau pun menginginkan semua kembali pada hati yang telah kau beri duri.